Y-gen

Y-GEN
Winma itulah namaku, aku adalah anak yatim piatu, ayahku meninggal saat aku masih di bangku kelas 3 SD Ibuku meninggal saat aku dibangku kelas 3 SMP. Ini bukan cerita tentang keluarga aku tapi ini cerita perjalanan aku saat Aku berada di SMA Negeri 1 Banawa. Aku adalah seorang yang berkeinginan memilki geng, dan geng itu harus dipinpin oleh aku. Kenginanku itu disebabkan karena aku yang tidak pernah ingin menyidiri dan aku yang punya kepribadian yang ingin bebas tanpa ada yang halangi.

Suatu hari aku dan teman sekelas aku lagi rame kumpul di kantin, Saat itu teman aku yang bernama wahyu biasa dipanggil Reza biasa juga dipanggil doyo, dia mengusulkan untuk membuat geng.

“Teman” bagaimana kalau kita membuat geng ? Supaya terlihat keren. “Ujar Reza”

Saat itu teman aku Inyo, Angga, Rudy, Rafli, Dicky, Tedy, Yusuf, Tamzil, Arif, mereka berkata, mana”yang artinya setuju.

Kalau ingin punya geng, kita harus punya nama dulu untuk geng kita ? “Ujar Yusuf”.

Yang lainnya serentak bilang “SETUJU”, saat itu kami pusing ingin memilih nama yang cocok untuk geng kami. Kami pun memikirkan bersama” nama apa yang cocok untuk geng kami, sambil meminum teh gelas yang ada di atas meja. Dan Doyo pun mengusulkan.

Bro bagaimana kalau nama geng kita teh gelas club ? “Ujar Doyo”.
Jelekkk. “Kata Dicky, saat itu sambil tertawa”.
Keren teh gelas club, karena kita juga sering minum teh gelaskan ? “Ujar Yusuf”.

Aku cukup ikut apa yang mereka bilang, dan yang lainnya setuju kalau nama geng kami teh gelas club, saat itu geng teh gelas club tdk mempunyai ketua, dan kami pun memikirkan siapa yang pantas jadi ketua !

Yang bagus jadi leader siapa ? “Ujar Rafli”.
Terserah, yang penting bisa memimpin kita. Ujar aku, dalam tatapan serius.
Kalau saya yang cocok Dicky. “Ujar Yusuf”.
Boleh juga. “Ujar Tamzil”.
Okk, setuju kalau Dicky yang jadi ketua. “Ujar Reza”.

Dan semua pun setuju kalau Dicky yang jadi ketua, Akupun setuju kalau dia yang memimpin, dan aku yakin kalau dia bisa.

Beberapa hari kemudian kami pergi kekantin bersama” tdk boleh berpisah dan Saat itu kami sudah dipimpin oleh Dicky. Saat itu bell untuk masuk kelas. Dan saat didalam kelas Dicky mengundurkan diri.

Bro, kayaknya aku tdk cocok untuk menjadi ketua Teh gelas Club. “Ujar Dicky”.
Why ?? “Ujar Rafli”.
So inggris kau. “Ujar Angga”.
Ehh tempong. Kata Inyo sambil bergaya banci.
Kenapa mengundurkan diri Dik ? “Kata Yusuf sambil terheran”.
Tidak cocok saya rasa menjadi ketua. “Kata Dicky sambil menundukkan kepalanya”.

Dan saat itu Guru masuk kedalam kelas, dan kami pun memulai pelajaran, dan dipikiran aku adalah hanyalah ingin menjadi ketua di geng kami. Bel pulang pun berbunyi, dan kami masih berada didalam kelas, sambil membahas masalah tentang Dicky mengundurkan diri.

Jadi bagaimana ? Siapa yang jadi ketua ini ? “Kata Reza sambil garuk kepala”.
Bagaimana kalau Winma yang jadi ketua ? Ujar Yusuf dengan semangat”.
Aku ? Jadi ketua ?? Kata aku sambil heran.
Boleh juga. “Kata Alvino”.
Yang lain setuju kalau Winma jadi ketua ? Kata Reza” sambil mengeluarkan suara yang keras.

Yang lainpun teriak “SETUJU” Dan disinilah awalku dimulai Menjadi ketua Geng di Teh Gelas Club.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s